You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Jeruju Besar
Logo Desa Jeruju Besar
Jeruju Besar

Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat

Selamat datang di Portal Sistem Informasi Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. -- selengkapnya...

TRADISI ROBO-ROBO

Admin Jeruju Besar 27 Oktober 2024 Dibaca 3.187 Kali
TRADISI ROBO-ROBO

Hari ini, Rabu, 4 September 2024, bertepatan dengan 30 Safar 1446 Hijriah. Desa Jeruju Besar meneruskan tradisi budaya Robo-robo pada tiap tahunnya. Robo-robo adalah upacara tolak bala oleh masyarakat Desa Jeruju Besar yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan SafarHijriah.

 

Robo-robo merupakan aset budaya Kabupaten Mempawah dan menjadi salah satu Warisan Budaya Indonesia termasuk Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Warisan ini ditetapkan pada tanggal 27 Oktober 2016 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

 

Pada awalnya acara ini digelar untuk menyambut Opu Daeng Menambon dari Kerajaan Matan (Tanjungpura) di Kabupaten Kayong Utara ke Kerajaan Mempawah yang dahulu bernama Panembahan Senggaok di Kabupaten Pontianak pada tahun 1737 M atau 1448 H. Opu Daeng Menambon adalah keturunan Kerajaan LuwuSulawesi Selatan. Opu Daeng Menambon datang ke Mempawah untuk menyebarkan agama Islam. Selain menyebarkan agama Islam, Opu Daeng Menambon juga meneruskan tahta kerajaan Panembahan Senggaok yang pada saat itu dirangkap oleh sultan di Kerajaan Matan Tanjunpura.

 

Terharu karena melihat sambutan rakyat Mempawah yang cukup meriah, Opu Daeng Manambon pun memberikan bekal makanannya kepada warga yang berada di pinggir sungai untuk dapat dinikmati mereka juga. Karena saat kedatangannya bertepatan dengan hari Minggu terakhir bulan Syafar, lantas rombongan tersebut menyempatkan diri turun di Kuala Mempawah. Selanjutnya Opu Daeng Manambon berdoa bersama dengan warga yang menyambutnya, mohon keselamatan kepada Allah agar dijauhkan dari bala dan petaka. Usai melakukan doa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Prosesi itulah yang kemudian dijadikan sebagai awal digelarnya hari Robo-robo,yang setiap tahun rutin dilakukan warga Mempawah begitu pula warga Desa Jeruju Besar dengan melakukan makan di luar rumah bersama sanak saudara dan tetangga.

 

Kepala Desa  Jeruju Besar Nurhalijah,SE., M.Si Bersama BPD dan Aparatur Desa Jeruju Besar menyelenggarakan tradisi Robo-robo yang dilaksanakan di Wilayah Wisata Equator Park Jeruju Besar. Dengan mengundang  Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Anggota PKK, Kelompok Kaum Perempuan, Kepala Dusun, Ketua RT dan RW setempat serta masyarakat setempat juga ikut meramaikan. Tradisi ini dilaksanakan diawali dengan membaca doa tolak bala yang dipimpin oleh Ustadz Sarbani Musa dan dilanjutkan dengan makan saprahan atau bersama di luar rumah katanya (di halaman tepi laut lepas mengahadap Laut Cina Selatan di Wisata Equator Park).

 

Dalam kegiatan tersebut Kepala Desa memberikan sambutan yang menghimbau kepada Masyarakat agar selalu menjungjung tinggi kebersamaan dan tetap melestarikan budaya lokal. Selain itu kepala juga menyampaikan nilai-nilai penguatan anti korupsi, agar masyarakat juga memahami dan mengetahui apasaja nilai-nilai antikorupsi seperti Jujur, adil, tanggung jawab, disiplin, bekerja keras, berani, peduli, mandiri, sederhana, dan adil, yang kemudian bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mengimplementasikannya.

 

Bagi masyarakat Desa Jeruju Besar makan bersama seperti ini mempererat persaudaraan antar sesama warga, dengan makan bersama warga saling berbagi satu dengan yang lain tanpa memandang status sosial. Masyarakat Jeruju Besar juga mengganggap Robo-robo sebagai salah satu hari besar, tak heran pada saat hari Robo-robo masyarakat memasak ketupat sama seperti yang dilakukan ketika lebaran Idul Fitri/ Idul Adha tiba.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 709.030.229,88 Rp 1.415.461.544,42
50.09%
Belanja
Rp 694.128.188,00 Rp 1.997.263.520,84
34.75%
Pembiayaan
Rp 12.122.400,00 Rp 12.942.400,00
93.66%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 0,00 Rp 25.367.000,00
0%
Dana Desa
Rp 134.010.600,00 Rp 373.456.000,00
35.88%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 116.947.000,00 Rp 215.401.000,00
54.29%
Alokasi Dana Desa
Rp 456.593.018,00 Rp 796.393.000,00
57.33%
Bunga Bank
Rp 1.479.611,88 Rp 4.844.544,42
30.54%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 261.570.240,00 Rp 611.479.240,00
42.78%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 425.357.948,00 Rp 1.332.778.380,84
31.92%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 21.758.000,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 7.200.000,00 Rp 31.247.900,00
23.04%